Asa Baru
Friday, March 24th, 2006Asa baru….
Asa baru….
pendar matamu
mengundang rindu
yang
tersangkut diawan saat hujan kepagian
kita sulit bertemu
meski
seribu mau dan sejuta do’a
karena tak ada sapa
rinduku tercabik langkahmu yang terantuk
ilalang
musim kering
tak ada rintih,meski ngilu
tak ada perih, meski pilu
karena rindu langkah ilalang bagian perjalanan
menuju
kehidupan
bening matamu
bening suaramu
: pantulan putih hatimu
maka, ku mau merengkuhmu
meski terjal dan berliku jalan yang mesti kulalui
kau hela sadarku saat kusebut namamu
kau tebar asa saat kutatap bening matamu
kau sulut rasa saat kusentuh ujung jarimu
: tidakkah aku salah sangka
kutahu tak mungkin matahari memeluk bulan
tapi langit mencium bumi di ujung cakrawala
jadi, mengapa kita tak tinggalkan bulan dan matahari
lalu ikuti langit dan bumi
lewat angin, kutitipkan kata
lewat angin, kutitipkan duka
lewat angin, kutitipkan luka
lewat angin, kutitipkan tawa
lewat angin, kutitipkan canda
dan
mestinya kita tertawa bersama
aku berjanji
mencintaimu seperti kuku jari
sebab aku tidak punya hati yang dapat
kutukar
dengan matahari
aku berjanji
mencintaimu seperti petani
sebab aku bukan air sungai yang mengallir
diantara
padas dan pasir
sebab aku mencintaimu
meski
bukan matahari dan bukan air sungai
laki-laki itu
seperti siang dan matahari, panas bergelora
tetapi luruh saat menyentuh cakrawala
perempuan itu
seperti malam dan rembulan, lembut dan teduh
tetapi meluluhkan yang keras melembutkan yang beringas
siang itu gelombang pasang mencari pendaratan
malam itu cinta kasih dan keindahan
matahari itu kehidupan dan rembulan itu haribaan
kadang-kadang, cinta itu naluri yang dipertahankan agar
dunia terus berjalan. tak harus ada keindahan. yang penting kesetiaan. maka ,
kejujuran merupakan titian menjemput angan.
kadang-kadang cinta itu tak perlu pertimbangan meski bersentuhan
dengan akal dan perasaan. tak harus berhitung, sebab tak ada jawab pasti atas
pertanyaan mengapa ada cinta.
kadang-kadang, cinta itu dunia perputaran satu titik ketitik
berikutnya. menjemukan. tetapi cuma cinta yang mampu membakar langit dan mengeringkan
lautan
Gemintang
temani indahnya cerita
melantunkan rasa nyanyikan denting nada
dan senyuman menghadirkan cinta
Resahku menepi
indahku bersemi
mengingat utuh bayangmu
Hatiku
mengucap kata
merindukanmu
Laksana
nyata manis nuansa
Dan jika
gemintang tiada lagi melagu
Kisahku
yang mencinta dirimu Kan slalu abadi
Rembulan
temani indah malam ini menyatukan asa
Lukiskan dekap hangat yang kau beri
mengartikan kita
Gemintang nyanyikan rembulan lukiskan