Chapter 1
Chapter 1
Siska larut dalam lagu yang mengalun indah melalui komputernya…Lagu “Kenangan Terindah” dari Samsons membawanya terkenang akan masa-masa yang telah lalu.
Bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun tak
kan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupku
Yang
kan terukir abadi sebagai kenangan yangterindah
Tanpa disadarinya siska menitikkan air mata, terharu, nelangsa, menyesal,meratap, semua campur aduk. Dia teringat akan semua kisah cintanya yang menurut Nadine, sahabatnya sejak SD, sangat mengharu biru seperti di film-film.
“Siska loe masih inget janji kita berdua
kan ?” Nadine berteriak dengan muka lucu…”Janji apa sich Nad? Gue lupa, abis kebanyakan janji sich, yang pengen keliling dunia lah, yang pengen bikin kafe lah, yang pengen berpetualang ke
Kalimantan lah..jadi kali ini loe mau menagih janji yang mana nich?” siska menjawab dengan nada tinggi sambil tersenyum. Nadine mengernyikan dahi dan berkata “ Janji kita akan kuliah di Jogja, dapet negri or gak, inget gak?”. Siska mengeangkuk-anggukkan kepalanya “ ya iyalah pasti gue inget nad, masa sih gua lupa sama hal yang akan menjadi masa depan gue!”.
Siska tersadar dari lamunannya seiring dengan berakhirnya lagu samsons tadi. Dia bangkit dan mengganti lagu dengan lagu yang menurutnya dapat membangkitkan semangat. Kemudian dia membuka album foto-foto lamanya,” Hmm bahagianya aku dulu…”. dia berguman sambil terpaku pada satu foto bersama teman satu gengnya sewaktu SMA dulu. “Blueberry” nama gengnya, beranggotakan 9 cewek-cewek yang katanya sich keren. Sebut saja Siska yang pintar, mudah bergaul, tomboy karena gila bola. Nadine, teman satu SD siska dan ketika
SMP beda sekalah kemudian SMA kembali dipersatukan Tuhan.
Ada Safira, anak orang berada yang rada sombong dan pastinya dia yang paling sering mentraktir kita. Kemudian Nadya, keturunan chinesse, putih,kurus tinggi dan tidak bisa makan makanan emperan tetapi selalu dipaksa oleh anggota Bluberry yang lain. Asya anaknya cantik, menjadi pujaan cowok-cowok satu sekolahan yang membuat dia agak besar kepala.
Ada lagi Santi Cewek berkacamata yang berambisi ingin menjadi dokter yang mempunyai pom bensin. Tiur, cewek keturunan batak yang cukup pandai dan lucu sehingga sering menjadi obyek celaan yang lainnya. Steffi lah diantara kami yang anaknya rada lamban alias agak tulalit tapi sangat baik hati. Terakir Vanya, cewek berpostur agak besar yang ramah dan sangat pandai mencontek sehingga menjadi tumpuan yang lainnya kalau ada ualangan mendadak. Hanya Nadine sajalah yang tidak sekelas dia anak fisika, semua anggota Bluberry merupakan anak Biologi. Foto itu begitu lepas, kami berfoto didalam angkot, tepatnya angkot yang membawa kami menuju tempat les matematika. Dalam foto tersebut siska lah yang paling fotogenic, memang dia sangat terkenal luwes ketika difoto, tetapi yang lainnya begitu expressive, bahagia, tanpa beban, dan sangat menyukain menjadi anak SMA.
Blueberry mempunyai pernyataan tidak tertulis yaitu semua anggotanya dilarang berpacaran, memang tidak secara explicit tapi secara implicit hal itu tersirat jelas. Namun walaupun demikian Steffi, asya dan safira yang akhirnya berpacaran, dan berakhir dengan kisah sedih. Yang lainnya bukannya tidak laku alias gak ada yang naksir tetapi memang tidak mau ber commit ber pacaran dikarenakan beberapa hal, salah satunya tidak mau sakit hati. Ironis memang mengingat siska cukup banyak penggemarnya dari kelas lain, tetapi dia sangat acuh tak acuh alias cuek bebek. Siska sangat menikmati ke”jomblo” annya, apalagi dia mempunyai jadwal cukup ketat, sepulang sekolah siska harus les matematika 3 kali seminggu bersama Blueberry, dan les Bimbel (bimbingan belajar agar mendapatkan universitas negri) 3 kali seminggu jadi dari hari senin-sabtu praktis dia pulang diatas jam 4 sore. Namun demikian siska dan Nadine sering bolos untuk sekedar kongkow-kongkow di mall dan restoran fastfood.
Siska tersentak dengan bergantinya lagu di komputernya, lagu yang mengalun lagi-lagi lagu mellow. Lagu Kahitna-Nggak Ngerti
Sesungguhnya Aku kangen kamu
Dimana dirimu… Aku Nggak Ngerti
Dengarkanlah kau tetap terindah
Meski tak mungkin bersatu
Kau selalu ada di langkah ku
Mengapa harus keyakinan memisah cinta kita
Meski cinta mu agung….
Kembali air mata siska menetes deras…seolah-olah lagu itu membawanya ke masa-masa kuliah. Saat-saat indah bersama Stefanus, yap benar yang memisahkan Siska dan stefanus memang perbedaan agama seperti dalam lagu kahitna. Sebenarnya Stefanus bukanlah cowok yang siska taksir, tetapi karena takdirlah yang akhirnya menyatukan mereka dan arena takdir pula mereka harus berpisah. “Mungkin ini karma ku karena telah menyakiti Feisal dan Julius”, guman siska sambil berlinang air mata.